WASPADA PENYAKIT DI MUSIM HUJAN

  • 10 January 2020
  • Dibaca: Pengunjung
http://sumberjaya-lampungtimur.desa.id/assets/images/sedang/18a40-2020-01-10.png

Untuk menjaga kesehatan di saat musim hujan, masyarakat harus meningkatkan kehati-hatian terhadap beberapa penyakit di saat musim hujan yang jumlah kasusnya meningkat dengan drastis. Upaya meningkatkan kehati-hatian adalah dengan cara meningkatkan pengetahuan tentang penyakit-penyakit yang sering banyak terjadi saat musim hujan dan banjir datang, serta prilaku pengobatan dan pencegahan yang tepat dan benar. Sehingga dapat bertindak secara tepat dan mencegah terjadinya endemik penyakit di wilayahnya dan meminimalkan angka kematian karena penyakit tersebut.

Hujan mengguyur dengan derasnya dirasakan hampir setiap hari beberapa waktu belakangan ini, bahkan pada beberapa wilayah tertentu menyebabkan terjadinya banjir dalam waktu yang lama. Biasanya ketika terjadi hujan dan banjir pada suatu propinsi atau daerah tertentu, akan disertai banyak munculnya penyakit-penyakit tertentu yang dapat menyebabkan terjadinya keadaan endemik dan meningkatnya kejadian kematian karena terlambatnya penyakit tersebut diobati. Penyakit-penyakit tersebut merupakan bagian dari penyakit menular pada manusia yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat dan negara Indonesia yang kita cintai.

Berikut ini beberapa penyakit menular yang harus diwaspadai saat musim hujan dan banjir datang seperti sekarang ini yaitu :

Demam Berdarah.

Genangan air saat musim hujan merupakan lokasi potensial bagi nyamuk aedes aegepty untuk berkembang biak. Dengan demikian maka populasi nyamuk berkembang dan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit. Untuk itu, Anda disarankan melakukan 3M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

Gejala demam berdarah biasanya hampir sama dengan influenza dan penyakit tipes, oleh karenanya pasien dengan demam tinggi tanpa penyebab yang jelas selama tiga hari disarankan untuk melakukan tes darah.

 

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

ISPA dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan berbagai mikroba lain. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat, dapat disertai sesak napas, nyeri dada. Penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan istirahat, pengobatan simtomatis sesuai gejala atau pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab,  peningkatan daya tahan tubuh, pencegahan penularan kepada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan. Faktor berkumpulnya banyak orang, misalnya di tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan ISPA.

Penyakit Saluran Cerna Lain.

Demam tifoid, merupakan infeksi akibat bakteri Salmonella Typhii, yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi kuman. Menurunnya tingkat higienitas lingkungan dan makanan yang kurang bersih kala hujan dapat meningkatkan potensi demam tifoid.

 

Penyakit Kulit.

Kebersihan merupakan salah satu kendala yang mungkin dihadapi saat musim penghujan datang. Kondisi lingkungan yang kotor dapat memicu berbagai penyakit infeksi kulit, alergi atau bentuk lainnya. Seperti ISPA, maka faktor berkumpulnya banyak orang berperan dalam penularan infeksi kulit.

Leptospirosis.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira yang biasa ditularkan oleh tikus, melalui kotoran dan urinnya. Saat musim penghujan datang, tikus yang berhabitat di liang tanah akan ikut keluar untuk menyelamatkan diri dan berkeliaran di sekitar manusia. Akibatnya, kotoran dan urin tikus akan bercampur dengan air yang menggenang. Seseorang yang memiliki luka, kemudian terendam oleh genangan air yang sudah tercampur dengan kotoran/urin tikus dapat berpotensi terinfeksi dan jatuh sakit.

Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan adalah membasmi tikus yang berkeliaran di sekitar Anda, hindari terendam genangan air saat terjadi banjir, jika sedang luka, gunakan pelindung, misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir, dan segera kunjungi dokter bila sakit dengan gejala panas tiba – tiba, sakit kepala dan menggigil.

Perburuk Penyakit Kronis yang Mungkin Sudah Diderita.

Turunnya daya tahan tubuh karena musim hujan dapat memperburuk penyakit kronis yang mungkin sudah diderita. Kondisi ini dapat diperparah jika ditambah dengan banjir berhari – hari.

Perilaku hidup bersih sehat, seperti mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih, tidak jajan sembarangan, istirahat cukup, mengupayakan kebersihan diri dan lingkungan, menghindari buang sampah sembarangan dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan mengolah makanan, atau membasuh tangan dan bagian tubuh lainnya yang terpapar dengan lingkungan atau hewan yang kotor.